|
|
||
|
|
||
|
Muslimah Hebat Dambaan Umat
|
||
|
|
||
|
|
||
|
Menjadi perempuan adalah anugrah. Menjadi perempuan yang beriman dan
berislam, itu jauh lebih indah lagi. Mau tahu kenapa? Karena menjadi
perempuan muslimah itu merupakan sebuah berkah yang tidak dialami oleh semua
perempuan di dunia. Dan berkah ini akan menjadi lebih sempurna ketika sebagai
muslimah, kita menyadari akan keistimewaan ini. Kenapa bisa begitu? Karena
ternyata di luar sana, banyak banget mereka yang mengaku dirinya muslimah
namun masih bingung dengan jati dirinya sendiri. Mereka akhirnya berusaha
mencari jawaban kebingungan itu dengan mengambil jalan lain yang nggak ada
benernya sama sekali.
Jalan lain ini seringnya sok menjadi pahlawan kesiangan bagi perempuan
sehingga seakan-akan perempuan sendiri merasa diistimewakan. Salah satunya
adalah ide feminisme yang (katanya) memperjuangkan kesetaraan hak antara
laki-laki dan perempuan. Tapi muslimah cerdas nggak bakal dong terjebak
dengan ide yang jelas-jelas bertentangan dengan Islam ini. Sebab, bukannya
menjadi mulia, feminisme justru membawa perempuan kepada keterpurukan yang
makin parah dalam semua sendi kehidupan (tema ini akan dibahas khusus di
edisi berikutnya, insya Allah).
Trus, gimana dong supaya kamu, saya, dan kita semua bisa menjadi
perempuan mulia dan hebat dunia-akhirat? Pasti dong ada langkah-langkah jitu
untuk mencapainya. Ikuti terus yuk bahasannya.
Muslimah itu harus cerdas
Poin ini selalu saya tujukan bagi perempuan siapa pun dia adanya dan di mana pun dia berada. Why? Karena perempuan cerdas itu indah. Ia nggak mudah dibohongi oleh apa pun atau siapa pun, baik oknum itu berupa sosok bernama laki-laki ataupun sosok bernama ideologi. Laki-laki di sini yang dimaksud adalah laki-laki yang nggak beriman dong. Karena kalo yang beriman, otomatis ia pasti memuliakan perempuan. Sedangkan sosok bernama ideologi utamanya kapitalisme dan sosialisme, akan mudah mempecundangi perempuan nggak cerdas dengan banyak cara. Eksploitasi perempuan adalah salah satunya.
Perempuan cerdas nggak akan mudah terpesona dengan bujuk rayu nggak
bermutu ini. Ia memahami bahwa kecerdasan perempuan itu bukan hanya aksesori
semu di atas panggung semata. Perempuan cerdas itu terwujud dalam karya
nyata. Ia berprestasi dalam bidang yang memang benar-benar memaksimalkan
peran otak dan akal, bukan sekadar akal-akalan saja. Memang ada? Banyak
malah. Tuh lihat aja kontes puteri atau miss apalah itu namanya, menjadikan
otak alias brain sebagai pajangan asal pantas. Soalnya tanpa kriteria brain, si panitia takut kalo masyarakat akan menganggap lomba-lomba semacam
itu hanya bisa mengandalkan tubuh seksi perempuan semata. Padahal mah kenyataannya iya banget. Naif banget kalo kamu masih
percaya kecerdasan turut diperhitungkan dalam kontes semacam ini. Sumpeh deh
lo!
Perempuan cerdas itu langsung terasa efeknya ke masyarakat. Selain
mengukir prestasi dalam bentuk kemampuan akademis yang oke, kecerdasan pun
bisa juga diraih dalam bentuk lain. Salah satunya adalah kecerdasan dalam
menyikapi fakta yang tersaji di depan mata lalu berusaha menicarikan solusi
cerdas atas semua masalah yang ada. Misalnya dalam menyikapi harga BBM yang
semakin mahal. Perempuan cerdas langsung memahami bahwa itu semua terjadi
gara-gara diterapkan sistem Kapitalisme yang jadi kiblat pemerintah saat ini.
Negara menjadi macan ompong yang nggak mampu menjamin kesejahteraan
rakyatnya. Negara cuma berperan sebagai pedagang untuk mengambil keuntungan sebanyak-banyaknya
dengan dalih pengurangan subsidi.
Sayangnya, sekolah yang ada saat ini sangat tidak mencerdaskan muridnya
terutama kaum perempuan. Diperparah dengan liberalisasi pendidikan alias
pemerintah sudah nggak mau bertanggung jawab terhadap pendidikan rakyatnya,
jadilah sekolah-sekolah itu disulap menjadi barang mewah yang mahal dan tak
terjangkau. Klop banget untuk menjadikan perempuan jauh dari kecerdasan.
Tapi sebenarnya yang namanya kecerdasan, bisa ditempuh dan diasah dalam
ranah kehidupan yang lain. Sekolah kehidupan internasional adalah solusinya.
Apa itu? Yaitu sebuah sekolah yang menjadikan kurikulum universal sebagai
materi pelajarannya, dengan standar Islam sebagai patokan. Laboratoriumnya
juga canggih karena langsung terjun ke masyarakat tanpa harus nunggu program
KKN yang biasa ada di perguruan tinggi. Muslimah jenis ini, sudahlah cerdas
otaknya, cerdas pula empatinya. Top banget dah.
Berakhlak mulia juga harus dong!
Non, selain cerdas, perempuan itu kudu berakhlak islami. Percuma aja punya kecerdasan kalo ternyata nggak bermoral dan akhlaknya rusak. Banyak banget tuh kejadian ayam kampus atau ayam abu-abu (sebutan untuk pelacur yang masih kuliah atau SMA) yang berotak brilian namun jangan ditanya soal akhlak. Mereka obral diri hanya demi gepokan rupiah. Tentu bukan seperti ini gambaran perempuan mulia dan hebat itu.
Akhlak bisa ada pada diri perempuan bila ia beriman. Karena sesungguhnya
standar akhlak sendiri adalah bagian dari syariat Islam dalam rangka
menjalankan perintah Allah dan menjauhi laranganNya. Dan hal ini berkaitan
banget dengan akidah yang dianut seseorang. Misal nih, kamu mempunyai akhlak
dengan sifat jujur. Bukan semata-mata karena jujur itu baik, tapi seharusnya
kamu sadar bahwa jujur itu baik karena Allah bilang jujur itu baik. Dan kalau
Allah bilang itu baik maka itu artinya perbuatan itu akan memperolah nilai
dan pahala di hadapanNya.
Pada satu momen, ketika Allah bilang jujur nggak baik ya kita harus nurut
bahwa jujur itu nggak baik. Ada tiga kondisi dalam Islam yang memperbolehkan
seseorang untuk berlaku tidak jujur. Pertama adalah dalam hubungan suami
istri untuk membahagiakan pasangan, kedua adalah dalam peperangan, dan ketiga
adalah ketika mendamaikan dua orang yang bermusuhan. Jadi, dalam kejujuran
pun standar yang kita pake jelas banget yaitu Islam saja. Hal ini berlaku
juga untuk bentuk-bentuk akhlak lainnya semisal ramah, baik hati, tidak
sombong, suka menabung, patuh pada orang tua dll (hihi, kayak dasadarma
pramuka yah).
Kecantikan diri patut dijaga Kecantikan adalah sebuah hal yang secara alami ada pada diri tiap perempuan. Yakinlah, tak ada istilah perempuan berparas buruk. Bila ada yang mempunyai pendapat seperti ini, sungguh pada saat yang sama ia telah menghina Allah Ta’ala yang menciptakan paras tersebut. Cantik atau jelek kan cuma masalah selera. Yang dianggap paras kurang cantik bagi orang Asia, eh….ternyata digandrungi sama orang bule di daratan Eropa sana. Eksotis, katanya…ciee.
Terlepas dari itu semua, kecantikan yang ada pada diri perempuan kudu
dijaga sebagai bentuk amanah kita pada Sang Pencipta. Menjaga kecantikan
nggak harus ke salon tiap hari. Merawat kecantikan nggak harus juga luluran
merata ke seluruh tubuh biar kinclong, mandi berjam-jam karena harus memakai
berbagai macam krim untuk tubuh, menikur en pedikur atau apa pun namanya yang
jelas-jelas itu semua hanya menghamburkan uang dan waktu.
Jangan sampai karena pedulinya kamu sama kecantikan sehingga membuat
sebagian besar waktu dan uangmu habis untuk hal ini saja. Merawat kecantikan
yang ideal itu sebetulnya adalah ketika tubuh kita bisa beraktivitas secara
maksimal karena sehat. Percuma juga tubuh cantik bagai porselen kalo ternyata
malas beraktivitas dengan dalih takut bedak luntur, misalnya. Percuma juga
langsing kayak tiang listrik kalo penyakitan karena diet yang ketat.
Intinya, mempertahankan kecantikan diri cukup dengan standar Islam saja
yang sangat menyukai kebersihan. Mandi minimal dua kali sehari, sikat gigi
teratur, jaga kebersihan rambut dan anggota tubuh yang lain juga.
Last but not least, kecantikan itu
bagaimana pun bentuknya, standarnya kudu Islam saja. Percuma juga cantik kalo
ternyata nggak menutup aurat. Percuma juga kulit mulus kalo ternyata nggak
pernah sholat. Ih….naudzhubillah. Karena ternyata
kecantikan hakiki itu adalah gabungan dari kecerdasan otak dan akhlak yang
nantinya memancar pada sikap dan perilaku seseorang sebagai bukti ketaatan
pada hukum syara’ yang telah ditetapkan aturannya oleh Allah Swt.
Adakah sosok idaman itu?
Hmm…pertanyaan yang nggak mudah untuk dijawab. Kalo saya mau angkat tangan, kesannya kok narsis banget (hehehe..). Biar adil, saya akan menunjuk seseorang lain yang memenuhi kriteria di atas itu. Seorang perempuan, yang pasti muslimah dong, cerdas, berakhlak bagus dan cantik. Ia kuliah di salah satu perguruan tinggi negeri di Indonesia, jurusannya pun terkenal sangat sulit ditembus oleh orang yang berotak pas-pasan.
Sampai di sini, jelas banget kalo muslimah ini punya otak dan kecerdasan
di atas rata-rata. Tidak itu saja, pemahaman keislamannya pun top banget.
Kalo saya mengatakan paham, itu beda dengan ‘tahu’. Artinya, ia mengamalkan
Islam dengan maksimal. Ia ramah dan supel, baik hati, tidak sombong, suka
menabung dan patuh pada orang tua. Hapalan al-Qurannya top, kemampuan bahasa
Arab dan bahasa Inggrisnya juga oke.
Dari segi kecantikan, subhanallah. Ia dikaruniai Allah fisik yang
sempurna. Nggak ada orang yang bilang ia jelek. Saya aja sesama cewek, juga
ikut tersepona dengan kecantikanya yang inner dan outer itu. Apa inti dari
‘sharing’ saya ini? Maksudnya ingin saya tunjukkan bahwa sosok muslimah ideal
dan idaman umat itu ada. Hanya saja ia ada dalam jumlah dan stok yang
terbatas. Why?
Setangkai bunga yang indah akan tumbuh dengan sempurna bila tanah dan
iklimnya bagus serta sesuai. Begitu juga dengan muslimah idaman umat.
Sosok-sosok ini akan tumbuh bila iklim alias lingkungan yang ada mendukungnya
untuk berkembang dengan sempurna. Tapi apa fakta yang ada? Sistem yang
diberlakukan kepada kita saat ini sungguh iklim rusak yang penuh noda. Sekulerisme
yang diterapkan saat ini meniadakan peran agama dalam kehidupan. Kapitalisme
yang mendewakan materi sebagai sumber kebahagiaan hidup pun juga dipuja-puja.
Lihat tuh, para perempuan cantik yang seksi mengumbar aurat di tempat
umum, teryata sholatnya rajin juga. Bahkan saya sempat terkecoh dengan salah
satu teman yang ketika berangkat ke kampus berkerudung rapat padahal
hari-hari biasanya nggak. Saya pun mengucapkan selamat padanya. Bukankah
kebaikan itu harus disyukuri dan diucapkan selamat padanya agar
berkesinambungan? Ternyata ia mengatakan bahwa berkerudungnya itu karena ia
habis menghadiri rapat sebuah perkumpulan mahasiswa muslim. Ia menyebutnya
fleksibel karena itu artinya ia bisa berada di mana-mana. Rapat tentang Islam
oke yang itu artinya ia berbaju muslimah. Dugem pun ayo aja yang itu artinya
pake baju buka-bukaan. Waduh, jadinya baju muslimah itu dipakai hanya sekedar dress code aja yah? Capee deh.. ngikutin jalan
pikiran kayak elo!
Dari kedua sosok di atas, sudah bisa dipastikan bahwa contoh kedua-lah
yang paling banyak ditemui di sekeliling kita. Islam tidak lagi diakui
sebagai the way of life. Namun Islam hanya
sebagai mode dan gaya yang kebetulan lagi tren. Apalagi diperparah dengan ide
demokrasi yang sangat mengagungkan kebebasan berekspresi termasuk dalam hal
pakaian, jadilah baju muslimah dianggap sebagai salah satu pilihan yang bisa
dipilih suka-suka. Kalo suka ya dipake, kalo nggak ya dilipat aja dalam
lemari. Waduh!
Nggak bisa dibayangkan wajah bangsa ini ke depan, bila perempuannya
plin-plan kayak gini. Tapi sangat bisa diprediksi sehebat apakah suatu kaum
apabila perempuannya sekaliber contoh pertama di atas. Dan itu telah
dibuktikan oleh Islam yang gilang-gemilang selama 13 abad dengan kualitas
perempuan yang mulia dan hebat. Kalo sudah ada bukti cemerlangnya peradaban
dalam naungan Islam, so buat apa kita butuh peradaban lain semacam demokrasi
dan Kapitalisme? Jadi, tak ada pilihan lain untuk menciptakan generasi
muslimah hebat dambaan umat kecuali kita campakkan bersama-sama semua ide
yang rusak dan merusakkan. Setuju? Akur dong! [ria:
riafariana@yahoo.com]
|
||
|
|
||
Rabu, 15 Januari 2014
artikel
Posted by
cempaka20
On
07.07
artikel
Posted by
cempaka20
On
07.05
PERILAKU
REMAJA ZAMAN SEKARANG
KALO berani satu lawan satu! Itu
ungkapan spontan yang dikeluarkan para remaja sebelum tawuran antar-pelajar,
mahasiswa, bahkan pejabat teras ataupun aksi yang kini marak dikategorikan
sebagai tindakan premanisme. Di antara ungkapan itu, ada persamaan yang jelas
terlihat. Pelaku yang terlibat umumnya kaum adam. Jelas, jika ungkapan itu
sangat lazim diucapkan. Tapi persamaan lainnya, mereka umumnya golongan remaja.
Tapi bagaimana jika pelakunya kaum hawa? Yang menarik dalam kehidupan
sehari-hari tidak jarang mereka mengeluarkan ucapan yang sering dilontarkan
oleh kaum adam, kaum hawa yang konon sering dikategorikan sebagai kaum yang
lemah!
Sebenarnya itu bukan hal baru .
bahkan diantara banyak kasus Penganiayaan itu lebih beken disebut salah satu
tindakan penggencetan. Penggencetan itu sendiri tidak hanya dilakukan dengan
kontak fisik, tapi bisa hanya dengan teguran keras, atau teror lewat sms atau
media lainnya.
Tidak bisa dipungkiri, hal itu sudah
menjadi tradisi dari senior kepada junior yang dilakukan karena banyak alasan.
Mulai dari alasan yang jelas sampai alasan yang lucunya tidak disebutkan si
senior sampai kapanpun! Ya.. seperti tayangan di sinetron remaja yang lagi “in”
sekarang ini!
Perkelahian yang melibatkan pelajar
usia remaja digolongkan sebagai salah satu bentuk kenakalan remaja (juvenile
deliquency). Kenakalan remaja dalam hal perkelahian, dapat digolongkan ke
dalam dua jenis delikuensi, yaitu situasional dan sistematik.
Pada delikuensi situsional,
perkelahian terjadi karena adanya situasi yang mengharuskan mereka untuk
berkelahi. Sedangkan pada delikuensi sistematik, para remaja yang terlibat
perkelahian itu berada dalam satu geng atau organisasi. Di sini ada norma,
aturan, dan kebiasaan tertentu yang harus diikuti anggota termasuk berkelahi.
Sebagai anggota mereka bangga
melakukan apa yang diharapkan. Kejadian itu berkaitan dengan emosinya yang
dikenal dengan masa strom dan stress. Dipengaruhi lingkungan tempat tinggal,
keluarga, dan teman sebaya serta semua kegiatan sehari-hari.
Memotivasi diri
Goleman (1997) mengatakan,
koordinasi suasana hati inti dari hubungan sosial yang baik. Seorang yang
pandai menyesuaikan diri atau dapat berempati, ia memiliki tingkat
emosionalitas yang baik. Kecerdasan emosional lebih untuk memotivasi diri,
ketahanan dalam menghadapi kegagalan, mengendalikan emosi dan menunda kepuasan,
serta mengatur keadaan jiwa.
Lima wilayah kecerdasan emosional
sebagai pedoman setiap individu, untuk mencapai kesuksesan dalam kehidupan
sehari-hari. Yakni mengenali emosi, kesadaran diri dalam mengenali
perasaan ketika perasaan itu terjadi sebagai dasar kecerdasan emosi, sehingga
kita bisa peka pada perasaan sesungguhnya dan tepat dalam pengambilan keputusan
masalah.
Mengelola
emosi, berarti menangani perasaan agar
perasaan terungkap dengan tepat memotivasi diri mengenali emosi orang lain
empati atau mengenal emosi orang lain, dibangun berdasar pada kesadaran diri.
Orang yang tidak mampu menyesuaikan diri dengan emosi sendiri, dapat dipastikan
tidak akan mampu menghormati perasaan orang lain.
Membina
hubungan dengan orang lain,
sebagai makluk sosial, individu dituntut dapat menyelesaikan masalah dan mampu
menampilkan diri, sesuai aturan yang berlaku. Karena itu remaja agar memahami
dan mengembangkan keterampilan sosialnya.
Kegagalan remaja dalam menguasai
keterampilan sosial akan menyebabkan ia sulit meyesuaikan diri dengan
lingkungan sekitar. Sehingga timbul rasa rendah diri, dikucilkan dari
pergaulan, cenderung berperilaku normatif (misalnya, asosial ataupun
anti-sosial). Bahkan lebih ekstrem biasa menyebabkan terjadinya gangguan jiwa,
kenakalan remaja, tindakan kriminal, tindakan kekerasan, dsb.
Beberapa aspek yang menuntut
keterampilan sosial (dalam Davis dan Forsythe, 1984). Yaitu keluarga, hal yang paling
penting diperhatikan orang tua, menciptakan suasana demokratis dalam keluarga.
Sehingga remaja dapat menjalin komunikasi yang baik dengan orang tua dan
saudara.
Lingkungan, pengenalan lingkungan
lebih luas dari keluarga. Kepribadian, diberikan penanaman sejak dini,
nilai-nilai yang menghargai harkat dan martabat orang lain tanpa mendasarkan
pada hal fisik seperti materi dan penampilan. Rekreasi, pergaulan dengan lawan
jenis, pendidikan, persahabatan dan solidaritas kelompok.
Remaja diajarkan lebih memahami diri
sendiri (kelebihan dan kekurangannya), agar ia mampu mengendalikan dirinya.
Sehingga dapat bereaksi secara wajar dan normatif, dibiasakan untuk menerima
orang lain, tahu dan mau mengakui kesalahannya.
Dengan cara itu remaja tidak akan
terkejut menerima kritik atau umpan balik dari sekitar, mudah bersosialisasi,
memiliki solidaritas tinggi, diterima di lingkungan lain. Sehingga akan mampu
membantu menemukan dirinya sendiri dan mampu berperilaku sesuai norma yang
berlaku
DAMPAK PERGAULAN BEBAS BAGI REMAJA
Remaja adalah
masa peralihan dari kanak-kanak ke dewasa. Para ahli pendidikan sependapat
bahwa remaja adalah mereka yang berusia antara 13 tahun sampai dengan 18 tahun.
Seorang remaja sudah tidak lagi dapat dikatakan sebagai kanak-kanak, namun
masih belum cukup matang untuk dapat dikatakan dewasa. Mereka sedang mencari
pola hidup yang paling sesuai baginya dan inipun sering dilakukan melalui
metode coba-coba walaupun melalui banyak kesalahan. Kesalahan yang dilakukan
sering menimbulkan kekhawatiran serta perasaan yang tidak menyenangkan bagi
lingkungan dan orangtuanya.
Generasi muda
adalah tulang punggung bangsa, yang diharapkan di masa depan mampu meneruskan
tongkat estafet kepemimpinan bangsa ini agar lebih baik. Dalam mempersiapkan
generasi muda juga sangat tergantung kepada kesiapan masyarakat yakni dengan
keberadaan budayanya. Termasuk didalamnya tentang pentingnya memberikan filter
tentang perilaku-perilaku yang negatif, yang antara lain; minuman keras,
mengkonsumsi obat terlarang, sex bebas, dan lain-lain yang dapat menyebabkan
terjangkitnya penyakit HIV/AIDS.
Sekarang ini
zaman globalisasi. Remaja harus diselamatkan dari globalisasi. Karena
globalisasi ini ibaratnya kebebasan dari segala aspek. Sehingga banyak
kebudayaan-kebudayaan yang asing yang masuk. Sementara tidak cocok dengan
kebudayaan kita. Sebagai contoh kebudayaan free sex itu tidak cocok
dengan kebudayaan kita.
Pada saat ini,
kebebasan bergaul sudah sampai pada tingkat yang menguatirkan. Para remaja
dengan bebas dapat bergaul antar jenis. Tidak jarang dijumpai pemandangan di
tempat-tempat umum, para remaja saling berangkulan mesra tanpa memperdulikan
masyarakat sekitarnya. Mereka sudah mengenal istilah pacaran sejak awal masa
remaja. Pacar, bagi mereka, merupakan salah satu bentuk gengsi yang
membanggakan. Akibatnya, di kalangan remaja kemudian terjadi persaingan untuk
mendapatkan pacar. Pengertian pacaran dalam era globalisasi informasi ini sudah
sangat berbeda dengan pengertian pacaran 15 tahun yang lalu. Akibatnya, di
jaman ini banyak remaja yang putus sekolah karena hamil. Oleh karena itu, dalam
masa pacaran, anak hendaknya diberi pengarahan tentang idealisme dan kenyataan.
Anak hendaknya ditumbuhkan kesadaran bahwa kenyataan sering tidak seperti
harapan kita, sebaliknya harapan tidak selalu menjadi kenyataan. Demikian pula
dengan pacaran. Keindahan dan kehangatan masa pacaran sesungguhnya tidak akan
terus berlangsung selamanya.
Dalam memberikan
pengarahan dan pengawasan terhadap remaja yang sedang jatuh cinta, orangtua
hendaknya bersikap seimbang, seimbang antar pengawasan dengan kebebasan.
Semakin muda usia anak, semakin ketat pengawasan yang diberikan tetapi anak
harus banyak diberi pengertian agar mereka tidak ketakutan dengan orangtua yang
dapat menyebabkan mereka berpacaran dengan sembunyi-sembunyi. Apabila usia
makin meningkat, orangtua dapat memberi lebih banyak kebebasan kepada anak.
Namun, tetap harus dijaga agar mereka tidak salah jalan. Menyesali kesalahan
yang telah dilakukan sesungguhnya kurang bermanfaat.
Penyelesaian
masalah dalam pacaran membutuhkan kerja sama orangtua dengan anak. Misalnya,
ketika orangtua tidak setuju dengan pacar pilihan si anak. Ketidaksetujuan ini
hendaknya diutarakan dengan bijaksana. Jangan hanya dengan kekerasan dan
kekuasaan. Berilah pengertian sebaik-baiknya. Bila tidak berhasil, gunakanlah
pihak ketiga untuk menengahinya. Hal yang paling penting di sini adalah adanya
komunikasi dua arah antara orangtua dan anak. Orangtua hendaknya menjadi
sahabat anak. Orangtua hendaknya selalu menjalin dan menjaga komunikasi dua
arah dengan sebaik-baiknya sehingga anak tidak merasa takut menyampaikan
masalahnya kepada orangtua.
Dalam menghadapi
masalah pergaulan bebas antar jenis di masa kini, orangtua hendaknya memberikan
bimbingan pendidikan seksual secara terbuka, sabar, dan bijaksana kepada para
remaja. Remaja hendaknya diberi pengarahan tentang kematangan seksual serta
segala akibat baik dan buruk dari adanya kematangan seksual. Orangtua hendaknya
memberikan teladan dalam menekankan bimbingan serta pelaksanaan latihan
kemoralan. Dengan memiliki latihan kemoralan yang kuat, remaja akan lebih mudah
menentukan sikap dalam bergaul. Mereka akan mempunyai pedoman yang jelas
tentang perbuatan yang boleh dilakukan dan perbuatan yang tidak boleh
dikerjakan. Dengan demikian, mereka akan menghindari perbuatan yang tidak boleh
dilakukan dan melaksanakan perbuatan yang harus dilakukan.
Berdasarkan
penelitian di berbagai kota besar di Indonesia, sekitar 20 hingga 30 persen
remaja mengaku pernah melakukan hubungan seks. Celakanya, perilaku seks bebas
tersebut berlanjut hingga menginjak ke jenjang perkawinan. Ancaman pola hidup
seks bebas remaja secara umum baik di pondokan atau kos-kosan tampaknya
berkembang semakin serius. Pakar seks juga specialis Obstetri dan Ginekologi
Dr. Boyke Dian Nugraha di Jakarta mengungkapkan, dari tahun ke tahun data
remaja yang melakukan hubungan seks bebas semakin meningkat. Dari sekitar lima persen pada
tahun 1980-an, menjadi dua puluh persen pada tahun 2000. Kisaran angka
tersebut, kata Boyke, dikumpulkan dari berbagai penelitian di beberapa kota
besar di Indonesia, seperti Jakarta, Surabaya, Palu dan Banjarmasin. Bahkan di
pulau Palu, Sulawesi Tenggara, pada tahun 2000 lalu tercatat remaja yang pernah
melakukan hubungan seks pranikah mencapai 29,9 persen.
Kelompok
remaja yang masuk ke dalam penelitian tersebut rata-rata berusia 17-21 tahun,
dan umumnya masih bersekolah di tingkat Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA)
atau mahasiswa. Namun dalam beberapa kasus juga terjadi pada anak-anak yang
duduk di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP). Tingginya angka hubungan seks
pranikah di kalangan remaja erat kaitannya dengan meningkatnya jumlah aborsi
saat ini, serta kurangnya pengetahuan remaja akan reproduksi sehat. Jumlah
aborsi saat ini tercatat sekitar 2,3 juta, dan 15-20 persen diantaranya
dilakukan remaja. Hal ini pula yang menjadikan tingginya angka kematian ibu di
Indonesia, menjadikan Indonesia sebagai negara yang angka kematian ibunya
tertinggi di seluruh Asia Tenggara.
Dari
sisi kesehatan, perilaku seks bebas bisa menimbulkan berbagai gangguan.
Diantaranya, terjadi kehamilan yang tidak diinginkan. Selain tentunya
kecenderungan untuk aborsi, juga menjadi salah satu penyebab munculnya
anak-anak yang tidak diinginkan. Keadaan ini juga bisa dijadikan bahan pertanyaan tentang
kualitas anak tersebut, apabila ibunya sudah tidak menghendaki. Seks pranikah,
lanjut Boyke juga bisa meningkatkan resiko kanker mulut rahim. Jika hubungan
seks tersebut dilakukan sebelum usia 17 tahun, risiko terkena penyakit tersebut
bisa mencapai empat hingga lima kali lipat.
Sekuat-kuatnya
mental seorang remaja untuk tidak tergoda pola hidup seks bebas, kalau
terus-menerus mengalami godaan dan dalam kondisi sangat bebas dari kontrol,
tentu suatu saat akan tergoda pula untuk melakukannya. Godaan semacam itu
terasa lebih berat lagi bagi remaja yang memang benteng mental dan keagamaannya
tidak begitu kuat. Saat ini untuk menekankan jumlah pelaku seks bebas-terutama
di kalangan remaja-bukan hanya membentengi diri mereka dengan unsur agama yang
kuat, juga dibentengi dengan pendampingan orang tua dan selektivitas dalam
memilih teman-teman. Karena ada kecenderungan remaja lebih terbuka kepada teman
dekatnya ketimbang dengan orang tua sendiri.
Selain
itu, sudah saatnya di kalangan remaja diberikan suatu bekal pendidikan
kesehatan reproduksi di sekolah-sekolah, namun bukan pendidikan seks secara
vulgar. Pendidikan Kesehatan Reproduksi di kalangan remaja bukan hanya
memberikan pengetahuan tentang organ reproduksi, tetapi bahaya akibat pergaulan
bebas, seperti penyakit menular seksual dan sebagainya. Dengan demikian,
anak-anak remaja ini bisa terhindar dari percobaan melakukan seks bebas. Dalam keterpurukan dunia remaja saat ini,
anehnya banyak orang tua yang cuek bebek saja terhadap perkembangan
anak-anaknya. Kini tak sedikit orang tua dengan alasan sibuk karena termasuk
tipe “jarum super” alias jarang di rumah suka pergi; lebih senang menitipkan
anaknya di babby sitter. Udah gedean dikit di sekolahin di sekolah yang mahal
tapi miskin nilai-nilai agama.
Acara televisi
begitu berjibun dengan tayangan yang bikin ‘gerah’, Video klip lagu dangdut
saja, saat ini makin berani pamer aurat dan adegan-adegan yang bikin dek-dekan
jantung para lelaki. Belum lagi tayangan film yang bikin otak remaja teracuni
dengan pesan sesatnya. Ditambah lagi, maraknya tabloid dan majalah yang
memajang gambar “sekwilda”, alias sekitar wilayah dada; dan gambar “bupati”, alias buka paha tinggi-tinggi.
Konyolnya, pendidikan agama di sekolah-sekolah ternyata tidak menggugah
kesadaran remaja untuk kritis dan inovatif.
Peran Orang Tua Dalam Pencegahan Sex Bebas
Mendidik dan mendewasakan anak
adalah tugas dan tanggung jawab orang tua yang sudah menjadi suatu naluri atau
instink (animal instinc), karena proses keberadaan sang anak serta pembentukkan
sifat dan karakternya semua terpulang pada orang tua. Orang tua adalah panutan
dan tauladan yang selalu dijumpai anak pada setiap waktu dan kesempatan dalam
keluarga. Dan orang tua merupakan kunci strategi dalam mengatasi segala masalah
yang dihadapi oleh sang anak.
Cinta orang tua adalah penguatan
tanpa syarat terhadap hidup dan kebutuhan anak. Penguatan (afermasi) hidup anak
mempunyai segi :
- Perhatian
- Tanggung jawab
Cinta kasih orang tua tidak hanya
sekedar menghadirkan anak ke dunia saja, tetapi pemeliharaan dan pendewasaan
yang bersifat paripurna dan sempurna, termasuk di dalamnya kemampuan untuk
beradaptasi dan berakselarasi dengan lingkungan yang berhubungan dengan norma
dan ketrampilan hidup.
Di dalam keluarga, tugas pokok orang
tua adalah mendidik dan mendewasakan anak-anaknya agar menjadi orang-orang yang
berguna dan berakhlak mulia. Orang tua tidak hanya berkewajiban untuk memenuhi
kebutuhan jasmani, tetapi juga kebutuhan rohani, perhatian, kasih sayang dan
komunikasi yang baik.
Keluarga adalah pilihan yang tepat
untuk membicarakan masalah yang dihadapi anak (remaja putri) sehubungan dengan
pertumbuhan dan perkembangannya. Orang tua mempunyai andil dan peran yang
sangat penting dalam meningkatkan kualitas hidup remaja putri dengan cara
mengarahkan dan membimbing sikap dan perilaku, mengenal kepribadian dan watak
anak, mampu menciptakan suasana yang menyenangkan dalam membina hubungan yang
akrab antara orang tua dan anak. Untuk itu orang tua dituntut harus dapat menjalankan
fungsi dan perannya dengan baik sehingga anak tidak terjerumus kepada hal-hal
yang tidak diinginkan.
Peran orang tua dalam hal ini adalah
:
- Sebagai panutan
Orang tua harus menjadi suri teladan
atau memberi contoh yang baik, dari hal sikap dan perilaku sehari-hari bagi
anak-anaknya. Dengan demikian, anak-anak dapat bersikap dan berperilaku sesuai
dengan norma agama dan norma-norma yang berlaku dalam masyarakat.
- Sebagai perawat dan pelindung
Orang tua mempunyai tugas merawat
kebersihan, kesehatan serta mempersiapkan kebutuhan anak sehari-hari seperti
makan, pakaian dan lain-lain. Orang tua diharapkan mampu mengayomi terutama di
saat anak menghadapi kesulitan sehingga anak akan merasa aman, tenteram dan
senang hidup bersama keluarga.
- Sebagai pendidik dan sumber
informasi
Fungsi orang tua sebagai pendidik
dalam keluarga adalah yang pertama dan utama, karena orang tua adalah orang
yang paling dekat dan penuh tanggung jawab terhadap proses pendidikan anak
sejak dari kandungan hingga usia dewasa. Selain sebagai pendidik dalam
keluarga, orang tua juga harus berfungsi sebagai sumber informasi/pengetahuan
yang baik dan benar bagi anak.
- Sebagai pengarah dan pembatas
Orang tua harus mempu mengarahkan
sikap, tingkah laku, dan cita-cita anak, demi masa depan yang baik bagi dirinya
maupun keluarga. Disamping itu pula, orang tua harus mampu sebagai pembatas
sikap dan perilaku agar anak tidak terjerumus pada situasi yang tidak baik
(kenakalan remaja).
- Sebagai teman dan penghibur
Pada umunya remaja tidak ingin
dianggap anak-anak lagi, mereka ingin diperlakukan sebagai pribadi yang utuh.
Untuk itu orang tua harus dapat berperan sebagai teman baik dalam senang maupun
susah, juga mampu menjadi penghibur di saat anak-anak kecewa.
- Sebagai pendorong
Dalam menghadapi masa peralihan
menuju dewasa, kadang-kadang remaja memerlukan dorongan dan semangat dari orang
tua terutama di saat mengalami kegagalan. Dengan dorongan dan semangat dari
orang tua, remaja akan lebih merasa percaya diri dan pantang menyerah terhadap
segala bentuk kesulitan.
Hal-hal yang harus difahami dan
diperhatikan oleh orang tua dalam membina remaja putri, antara lain :
- Bagaimana pola asuh
- Bagaimana konsep diri yang
sehat
- Bagaimana ciri-ciri pertumbuhan
dan perkembangan remaja serta pergaulan remaja dan tahu membatasi
pergaulan bebas yang dapat menjerumuskan anak kepada hal-hal yang tidak
diinginkan
- bagaimana orang tua dapat
menjelaskan akibat dari pergaulan bebas antara pria dan wanita
- Bagaimana kebutuhannya
- Bagaimana menanam rasa percaya
diri
- Bagaimana memberi penghargaan
- bagaimana kemandiriannya
Apabila orang tua dapat mengetahui
dan menjalankan fungsi dan perannya dengan baik sebagai pendidik dalam
keluarga, maka remaja putri dapat terhindar dari pengaruh buruk dan hal-hal
yang tidak diinginkan.
TERIMA
KASIH
KOMPUTER
Posted by
cempaka20
On
05.39
Istilah Komputer
berasal dari bahasa latin computare yang berarti alat hitung,
karena awalnya komputer lebih digunakan sebagai perangkat bantu dalam hal
penghitungan angka - angka sebelum akhirnya menjadi perangkat multifungsi.
Komputer saat ini adalah hasil evolusi panjang dari komputer zaman dahulu, yang
mulanya adalah alat mekanik dan elektronik. Berikut contoh penemuan komputer.
a. Abacus .
Sempoa atau Abacus adalah alat kuno untuk penghitungan yang terbuat dari rangka
kayu dangan sederetan poros yang berisi manik - manik yang bisa di geser. Alat
ini digunakan untuk melakukan operasi aritmatika seperti penjumlahan,
pengurangan, perkalian pembagian dan akar kuadrat.Muncul sekitar 5.000 Tahun
yang lalu di cina dan masih digunakan di beberapa tempat hingga saat ini.
Abacus dapat dianggap sebagai awal mula mesin komputasi (penghitungan).
Penggunanya melakukan perhitungan dengan menggunakan biji - bijian geser yang
diatur pada sebuah rak. Para pedagang di masa itu menggunakan abacus untuk
menghitung transaksi perdagangan. Seiring dengan munculnya pensil dan kertas,
abacus kehilangan popularitasnya.
Abacus atau Sempoa
b. Mesin Buatan
Charles Babbage . Banyaknya kesalahan perhitungan dengan manual
menginspirasikan seorang ilmuan yaitu Charles Babbage untuk menemukan mesin
hitung mekanik sehingga dapat mengurangi kesalahan perhitungan. mesin mekanik
sangat baik dalam mengerjakan tugas yang sama berulang kali tanpa kesalahan.
sedangkan matematika membutuhkan repetisi sederhana dari suatu langkah -
langkah tertentu. Masalah tersebut kemudian berkembang hingga menempatkan mesin
mekanik. Kemudian babbage mendapat inspirasi dari perkembangan mesin hitung yang
dikerjakanoleh wilhem Schickard, blaise pascal, dan gottfried leibniz. Charles
Babbage mengusulkan suatu mesin untuk melakukan perhitungan persamaan
differensial yang muncul pada tahun 1822. Mesin tersebut dinamakan mesin
differensial.Dengan menggunakan tenaga uap, mesin tersebut dapat menyimpan
program dan dapat melakukan kalkulasi serta mencetak hasilnya secara otomatis.
Setelah bekerja dengan mesin differensial selama sepuluh tahun, babbage
terinspirasi untuk memulai membuat komputer generasi purpose (multifungsi)
pertama, yang di sebut analitycal engine.Atas sumbangan penemuan yang sangat
besar ini maka Charles Babbage disebut bapak komputer modern.
Charles Babbage
Mesin Analitik (Analitical Engine)
. Setelah Penemuan oleh
bapak Charles Babbage, tidak ada penemuan baru yang dianggap berarti terhadap
perkembangan dunia komputer. Sampai dengan munculnya ilmuan bernama Howard
H.Aiken (1900-1973), seorang insinyur Harvard yang bekerja dengan IBM, berhasil
memproduksi kalkulator elektronik untuk untuk US Navy. Kalkulator tersebut
berukuran panjang setengah lapangan bola kaki dan memiliki rentang kabel
sepanjang 500 mil. The Harvard-IBM Automatic Sequence Controlled Calculator
(ASCC), atau Mark I, merupakan komputer relai elektronik. Ia menggunakan sinyal
elektromagnetik untuk menggerakkan komponen mekanik. Mesin tersebut beroprasi
dengan lambat (membutuhkan 3-5 detik untuk setiap perhitungan) dan tidak
fleksibel (urutan kalkulasi tidak dapat di ubah). Kalkulator tersebut dapat
melakukan perhitungan aritmatik dasar dan persamaan yang lebih kompleks.
Komputer ini sesungguhnya merupakan dambaan Charles Babbage.
Komputer di bagi dalam
beberapa generasi berdasarkan sejarah perkembangannya. Pada setiap generasi
dibedakan berdasarkan kemampuan teknologinya untuk melakukan serangkaian proses
(capability), makin rendah biaya operasionalnya (efficiency) dan makin mudah
menggunakannya (user friendly). Berikut beberapa perkembangan generasi
komputer.
a. Komputer
Generasi I Awal Mula diciptakan komputer adalah pada saat terjadinya
Perang Dunia II, negara - negara yangf terlibat dalam perang tersebut berusaha
mengembangkan komputer untuk mengeksploitasi potensi strategis yang dimiliki
komputer. Hal ini meningkatkan pendanaan pengembangan komputer serta
mempercepat kemajuan teknologi komputer. Pada tahun 1941, Konrad Zuse, seorang
insinyur Jerman membangun sebuah komputer Z3 , untuk mendesain pesawat terbang
dan peluru kendali. pihak sekutu juga membuat kemajuan lain dalam pengembangan
komputer. Tahun 1943, pihak inggris menyelesaikan komputer pemecah kode rahasia
yang dinamakan Colossus untukmemecahkan kode rahasia yang digunakan jerman.
Perkembangan Komputer Generasi I diawali dengan terciptanya komputer yang
disebut Electronic Numerical Integrator and Computer (ENIAC). Komputer ini
dibuat oleh pemerintah Amerika Serikat yang bekerja sama dengan university of
Pennysylvania pada tahun 1946. ENIAC terdiri atas 18.000 tabung vakum, 70.000
resistor, dan 5 juta titik solder.
Merupakan mesin yang sangat besar dan membutuhkan daya sebesar 160 kW. Komputer ini dirancang oleh John P.Eckert (1919-1995) dan John W.Mauchly (1907-1980). ENIAC merupakan komputer serbaguna (general purpose computer) yang bekerja 1000 kali lebih cepat dibanding Mark 1.
Pertengahan 1940-an,
John Von Neumann (1903-1957) bergabung dengan tim University Of Pennysylvania
dalam usaha membangun konsep desain komputer 40 tahun mendatang masih dipakai
dalam teknik komputer. Von Neumann mendesain Electronic Discrete Variable
Automatic Comnputer (EDVAC) pada tahun 1945 dengan sebuah memori untuk
menampung baik program atau pun data. Teknik ini memungkinkan komputer untuk
berhenti pada suatu saat dan kemudian melanjutkan pekerjaannya kembali. Kunci
utama arsitektur Von Neumann adalah unit pemrosesan sentral (Central processor
unit/ CPU), yang memungkinkan seluruh fungsi komputer dikoordinasikan melalui
satu sumber tunggal. Tahun 1951, UNIVAC I (Universal Automatic Computer I) yang
di buat oleh Remington Rand, menjadi komputer komersial pertama yang
memanfaatkan model arsitektur Von Neumann. UNIVAC dimiliki oleh Badan Sensus
Amerika Serikat dan General Electric. Salah satuhasil mengesankan komputer
UNIVAC, yaitu prediksi kemenangan Eisenhower dalam pemilihan presiden Amerika
Serikat pada tahun 1952. Komputer Generasi I memiliki ciri khas, yakni
instruksi operasi dibuat secara spesifik untuk satu tugas tertentu. Setiap
komputer memiliki program kode-biner masing - masing yang berbeda yang disebut
"Bahasa Mesin"(Machine Language). Hal ini menyebabkan komputer sulit
untuk diprogram dan membatasi kecepatannya. Berikut Karakteristik komputer
Generasi I secara umum. 1) Sirkuitnya Menggunakan Tabung Hampa. Penggunaan
Tabung Hampa tersebut yang membuat ukuran komputer pada masa tersebut berukuran
sangat besar. 2) Komputer mempunyai silinder magnetik untuk menyimpan data. 3)
Programnya hanya bisa dibuat menggunakan bahasa mesin. 4) Instruksi operasi
dibuat secara spesifik untuk tugas tertentu. 5) Menggunakan Konsep Stored
Program dengan memori utamanya adalah Magnetic Core Storage. 6) Menggunakan
Simpanan Luar Magnetic Tape dan Magnetic Disk. 7) Ukuran fisik komputer besar,
memerlukan ruang yang luas. 8) Suhunya cepat panas, sehingga diperlukan
pendingin. 9) Prosesnya kurang cepat. 10) Daya simpannya kecil. 11) Membutuhkan
daya listrik yang besar.
Beberapa komputer yang
termasuk komputer generasi pertama adalah EDSAC, ACE, SEC, Havard Mark II,
Havard Mark III, UNIVAC, dan lain sebagainya.
Komputer Generasi Kedua Bahasa mesin yang
digunakan adalah bahasa assembly. Dalam bahasa assembly digunakan
kode-kode berupa singkatan yang menggantikan kode biner. Komputer mampu
mendesain produk, menghitung daftar gaji, mencetak data sehingga komputer generasi
kedua ini sukses di pasaran. Ciri-ciri: 1) Ukuran fisik lebih kecil dibanding
komputer generasi pertama karena telah menggunakan transistor pada sirkuitnya
2) Menggunakan memori yang cukup besar 3) Telah menggunakan media penyimpanan
luar berbentuk removable disk sepertimegnetic disk dan magnetic
tape 4) Penggunaan aplikasinya lebih luar 5) Proses operasinya lebih
cepat 6) Penggunaan daya lebih kecil 7) Program yang dibuat dapat menggunakan
bahasa tingkat tinggi seperti FORTAN, COBOL, dan ALGOL.
Beberapa contoh dari
komputer generasi kedua adalah IBM 7080, IBM 1400, UNIVAC SS90, UNIVAC III,
PDP-1, PDP-8, Burroghts 200, dan lain sebagainya.
Komputer Generasi I
Pada generasi ini komputer memekai banyak sekali
tabung hampa dengan ukuran yang sangat besar hingga memenuhi satu ruangan, dan
komputer ini dinamakan ENIAC (Electronic Numerikal Itegrator and Computer).
Karena ukurannya yang cukup besar namun hanya bisa menyimpan data yang sedikit,
maka lahirlah komputer generasi 2.Komputer Generasi II
Penggunakan tabung hampa digantikan dengan transistor sehingga lebih menghemat tempat dan juga daya. Sejak generasi ini juga mulai bermunculan berbagai bahasa pemrograman seperti COBOL, ALGOL, dan FOTRAN. Dari segi ukuran komputer generasi II lebih kecil hanya sebejar ukuran meja kerja dan mampu menyimpan data lebih banyak. Komputer ini lebih dikenal dengan nama UNIVAV (Universal Aotomatic Computer).
Komputer Generasi III
Seiring dengan sejarah perkembangan komputer, keberadaan transistor pada generasi sebelumnya telah digantikan dengan IC, dimana IC sendiri ditemukan oleh insinyur asala Texas yang bernama Jack Kilby pada tahun 1958. Pada generasi ini juga lahir microprocessor pertama yaitu interl 4004 pada tahun 1971.
Komputer Generasi IV
Pada 1980 an muncul komputer generasi baru ditandai dengan munculnya LSI (Large Scale integration). Dimana ini merupakan peadatan ribuan IC menjadi sebuah chip. Kemudian LSI terus dikembagkan hingga lahirlah VLSI (Very Large Scale Integration).
Komputer Generasi V
Komputer masa depan saat ini sedang terus dikembangkan dan inilah generasi yang sedang kita lalui. Meskipun belum ada proyek nyata, konsep komputer generasi ke-5 memiliki kecerdasan buatan sehingga komputer akan memiliki nalar seperti manusia, dan bisa terus belajar dari pengalaman. Dan itulah sejarah perkembangan komputer dari waktu ke waktu.
Langganan:
Postingan
(
Atom
)


